Featured Post

Jack Ma Dipastikan Hadiri Penutupan Asian Games 2018

Showing posts with label mp3. Show all posts
Showing posts with label mp3. Show all posts

Friday, June 2, 2017

Begini Cara Download Video Musik di YouTube Jadi MP3

Mengunduh video di YouTube kerap memakan waktu lama dengan konsumsi data yang lumayan menguras kuota. Anda perlu bertanya pada diri sendiri apakah benar-benar ingin menyimpan video secara keseluruhan atau cukup audionya saja.
Jika Anda sebenarnya cuma ingin menikmati audio, ada cara untuk mengonversi video YouTube ke audio berformat MP3 dengan mudah. Pertama, Anda harus membuka situs yang melayani konversi dari format video ke audio, salah satunya Greemp3.com.
Konverter berbasis situs sejatinya lebih praktis, sebab Anda tak perlu melakukan instalasi aplikasi. Selain memakan waktu, konverter berbasis aplikasi juga memakan memori.
Nah, setelah membuka situs konverter, Anda cukup memasukkan tautan video di YouTube yang ingin dikonversi. Lantas tekan opsi “convert to MP3” dan tunggu proses konversi yang memakan waktu sesuai durasi konten.
Ketika konversi selesai, situs bakal mengarahkan Anda ke kotak bertuliskan “download”. Tekan kotak tersebut untuk memutar audio hasil konversi dari video YouTube.
Hasil konversi itu sudah secara otomatis tersimpan dalam format MP3 ke laptop, PC, atau smartphone Anda. Tergantung perangkat mana yang Anda gunakan saat proses konversi.
Keuntungan konversi di situs
Ada beberapa keuntungan mengonversi format video YouTube ke audio, berikut sebagaimana dihimpun, Kamis (1/6/2017) dari TheNextWeb.
Pertama, menghemat waktu dan memori perangkat untuk menyimpan konten. Ini akan sangat bermakna jika perangkat Anda memiliki kapasitas memori yang pas-pasan.
Kedua, menghemat duit karena proses pengunduhan hasil konversi video ke audio tak memakan data sebanyak pengunduhan video. Sebagai gambaran kasar, pengunduhan satu video bisa memakan data yang sama untuk rata-rata tiga hingga empat file audio.
Ketiga, jika menggunakan konverter berbasis situs, Anda tak perlu melakukan instalasi aplikasi. Hasil konversi juga otomatis tersimpan di perangkat sehingga sangat praktis diakses.

Friday, May 19, 2017

MP3 Segera Hilang, Apa Bedanya dengan AAC?

Jakarta - Semua orang tentu tahu apa itu MP3. Akan tetapi, format musik digital itu akan hilang dan digantikan oleh AAC. Lalu, apa bedanya?

MP3 atau MPEG-2 Audio Layer 3 merupakan format yang dikembangkan oleh sekelompok ilmuwan dari The Fraunhofer Institute. Akan tetapi mereka sepertinya sudah tidak mau lagi mengembangkan format MP3 itu, bahkan lisensinya pun tidak diteruskan.
Sebagai gantinya, ada AAC atau Advanced Audio Coding. Format ini memang tidak bisa juga dibilang baru. Apple misalnya sudah lebih dulu menggunakan format tersebut di setiap file audio-nya.

Berbagai pertanyaan pun kemudian hadir, salah satunya apa keunggulan AAC sehingga bisa menggeser tahkta MP3?
Pastinya, format AAC atau M4A memiliki kualitas suara yang lebih baik dibandingkan dengan MP3. Format AAC juga disebut hanya membutuhkan ruang yang sedikit di penyimpanan. 

Jika dibandingkan dengan MP3 pada bitrate yang sama, AAC unggul jauh di atasnya.

Banyak juga yang mengira jika AAC merupakan produk yang dilahirkan oleh Apple. Jawabannya tentu keliru.
Mengutip dari Lifewire, format suara itu dikembangkan oleh sekelompok perusahaan. Mereka adalah AT&T Bell Labs, Dolby, Sony dan Nokia.

Selain di perangkat milik Apple, AAC tentu bisa juga dinikmati di perangkat lainnya. Salah satunya adalah Microsoft Zuni, Sony PlayStation, Nitendo Wii dan smartphone yang mengusung OS Android.

Lalu, sudah siap melepas kepergian MP3 dan menyambut datangnya AAC?

Monday, May 15, 2017

Benarkah MP3 Sudah “Mati”?

Siapa tidak kenal MP3? Format audio ini sangat populer mulai akhir 1990-an lantaran menawarkan kualitas audio relatif bagus dengan ukuran file yang jauh lebih kecil dibandingkan format WAV konvensional.
Namun belakangan ini beredar kabar sedih. Pencipta dan pemilik format MP3, Fraunhofer Institure for Integrated Circuits di Jerman, telah menghentikan program linsensi untuk audio codec MP3.
“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para pembeli lisensi atas dukungan dalam menjadikan MP3 sebagai audio codec defacto di dunia, selama dua dekade terakhir,” sebut Fraunhofer Institute dalam sebuah pernyataan.
Penghentian lisensi ini bukan berarti file MP3 di komputer tiba-tiba akan mogok bekerja. Semua file MP3 tetap bisa dimainkan. Format file tersebut belum “mati”, malahan mendapat justifikasi untuk terus hidup.
Sebagaimana dirangkum dari The Inquirer, Selasa (16/5/2017), penghentian lisensi MP3 bisa dipandang sebagai “kabar baik” karena formatnya kini jadi terbuka tanpa terhadang paten Fraunhofer yang mesti dilisensi.
Misalnya jika pengguna membeli MP3 dari toko online, toko yang bersangkutan selama ini mesti membayar biaya lisensi ke Fraunhofer selaku pemegang paten. Nah, pembayaran tersebut kini tak perlu dilakukan lagi.
Mengapa pula Fraunhofer menghentikan lisensi MP3? Rupanya format audio itu dipandang sudah tertinggal dibanding format lain yang lebih modern seperti AAC (iTunes, YouTube), OGG, dan MPEG-H.
“Format-format audio itu bisa memberikan lebih banyak fitur dan kualitas audio lebih tinggi dengan bitrate (ukuran file) yang jauh lebih rendah dibanding MP3,” sebut Fraunhofer.