Featured Post

Jack Ma Dipastikan Hadiri Penutupan Asian Games 2018

Thursday, April 6, 2017

Tahun Ini, Festival Penis Kembali Digelar di Jepang

Untuk urusan festival yang beda, mungkin Jepang juaranya. Awal April kemarin, Jepang baru saja menggelar kembali Festival Penis. Seperti apa ya tahun ini?

Seperti yang sudah-sudah, tahun ini Festival Penis kembali digelar di Kuil Kanayama yang berada di Kota Kawasaki. Kalau dari Tokyo, Kawasaki dapat ditempuh dengan perjalanan darat via mobil selama 43 menit.

Dikumpulkan dari berbagai sumber, Kamis (6/4/2017) media The Sun pun sempat memberitakan keramaiannya yang diselenggarakan pada hari Minggu kemarin (2/4).

Ribuan orang pun kembali memadati Festival Penis atau yang disebut dengan Kanamara Matsuri oleh masyarakat Jepang. Baik masyarakat hingga wisatawan sangat antusias untuk melihat hingga turut serta dalam salah satu festival Jepang yang paling tidak biasa.

Walau terkesan nyeleneh, nyatanya festival tersebut memiliki sejarah panjang dan menjadi simbol kesuburan hingga penggalangan dana untuk penelitian HIV. Jadi ada pesan dan aksi kebaikan yang ditonjolkan.

Sedangkan dari unsur sejarah, Festival Penis hadir sebagai ritual pengusir setan jahat yang konon dipercaya tinggal dalam alat kemaluan wanita yang dikutuk pada abad ke-17 silam.

Caranya adalah dengan melakukan arak-arakan patung berupa penis raksasa yang digotong secara manual oleh para peserta pawai. Festival ini pun sudah dilakukan sejak tahun 1969 atau sekitar 48 tahun silam.

Tahun ini, ikon utama festival 'Elizabeth' juga kembali muncul. Elizabeth sendiri bukanlah orang, melainkan sebuah penis raksasa berwarna pink yang menjadi pusat perhatian festival.

Kehadiran 'Elizabeth' pun menjadi salah satu alasan utama, kenapa para traveler rela datang ke Kanamara Matsuri. Selain 'Elizabeth' festival pun juga diramaikan oleh berbagai atribut bertema penis. Sebut saja gantungan kunci hingga permen yang dibuat layaknya penis. Nyeleneh memang.

Selain larut dalam keseruan festival, tak sedikit masyarakat lokal hingga traveler yang berkunjung ke Kuil Kanamara untuk meminta momongan sampai hubungan rumah tangga yang harmonis.

Yang lebih nyeleneh lagi, turut dijual berbagai kaos dan pakaian bergambarkan penis dengan tulisan Kanamara.

2 comments:

  1. Saya sangat bersyukur kepada Ibu Iskandar Lestari karena telah memberi saya pinjaman sebesar Rp700.000.000,00 saya telah berhutang selama bertahun-tahun sehingga saya mencari pinjaman dengan sejarah kredit nol dan saya telah ke banyak rumah keuangan untuk meminta bantuan namun semua menolak saya karena rasio hutang saya yang tinggi dan sejarah kredit rendah yang saya cari di internet dan tidak pernah menyerah saya membaca dan belajar tentang ISKANDAR LESTARI LOAN COMPAMY di salah satu blog saya menghubungi ISKANDAR LESTARI LOAN COMPAMY konsultan kredit via email:(iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com) dengan keyakinan bahwa pinjaman saya diberikan pada awal tahun ini tahun dan harapan datang lagi, kemudian saya menyadari bahwa tidak semua perusahaan pinjaman di blog benar-benar palsu karena semua hautang finansial saya telah diselesaikan, sekarang saya memiliki nilai yang sangat besar dan usaha bisnis yang patut ditiru, saya tidak dapat mempertahankan ini untuk diri saya jadi saya harus memulai dengan membagikan kesaksian perubahan hidup ini yang dapat Anda hubungi Ibu Iskandar via email:::(iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com)
    dia BBM INVITE:{D8980E0B}
    WhatsApp Only::(+33) 753893351

    ReplyDelete
  2. Ayo yang suka main Slot GAME, ONLINE CASINO, TEMBAK IKAN, TARUHAN BOLA Dan masih banyak lainnya !!!!

    Bisa bergabung bersama kami Agen MARIONG.COM - OURWET.COM (Link Alternatif), Situs SLOT GAME Terbesar dan Terpercaya di INDONESIA

    Promo yang berlaku saat ini :
    **BONUS REFFERAL
    ** BONUS DEPOSIT HARIAN
    ** WELCOME BONUS
    ** BONUS FREEBET

    BERAPAPUN KEMENANGAN AKAN KAMI BAYAR... BUKTIKAN SEKARANG JUGA !!!

    INFO LEBIH JELAS CONTACT KAMI :
    ** WA : +60176025881
    ** PIN BB : ONGLUCKY
    Kami Siap Melayani anda 24 jam Nonstop

    ReplyDelete