Jakarta - Serupa dengan smartphone, layar perangkat Mac juga memendarkan cahaya biru agar mengguna dapat melihat layar di bawah terik sinar matahari. Tapi saat malam tiba, cahaya tersebut malah membuat otak bingung.
Pasalnya, cahaya tersebut meniru sinar matahari. Akibatnya, otak tidak memproduksi melatonin yakni hormon yang memberikan isyarat pada tubuh 'waktunya tidur'.
Karena itulah, cahaya layar Mac dapat pula mengganggu siklus tidur. Jika kondisi tersebut berlangsung terus, maka berpotensi menyebabkan masalah kesehatan. Menyadari itu, Apple kemudian membawa Night Shift ke macOS.
Ya, setelah di iOS, Apple menghadirkan fitur Night Shift di macOS. Kalau masih bingung bagaimana cara mengaktifkannnya, coba simak langkah-langkahnya berikut ini.
Untuk menggunakan fitur ini di perangkat Mac sebenarnya cukup mudah, namun perlu melakukan sejumlah penyetingan. Sebelumnya, pastikan perangkat yang digunakan mendukung Night Shift. Adapun perangkat tersebut yakni:
- MacBook (Early 2015 atau paling baru)
- MacBook Air (Mid 2012 atau paling baru)
- MacBook Pro (Mid 2012 atau paling baru)
- Mac mini (Late 2012 atau paling baru)
- iMac (Late 2012 atau paling baru)
- Mac Pro (late 2013 atau paling baru)
- Apple LED Cinema Display
- Apple Thunderbolt Display
- LG UltraFine 5K Display
- LG UltraFine 4K Display

No comments:
Post a Comment