SINGAPURA - Amazon Web Services (AWS) menyelenggarakan kompetisi bertajuk "Amazon Hackday 2017". Topik utama dalam kompetisi ini adalah pemanfaatan Internet of Things (IoT) dan layanan komputasi awan (cloud).
Amazon Hackday sendiri merupakan acara tahunan yang digelar oleh AWS. Ini merupakan tahun ketiga AWS menggelar kompetisi tersebut di Singapura.
Seperti tahun sebelumnya, Amazon Hackday 2017 diselenggarakan sehari sebelum digelarnya AWS Summit.
"Kami mengadakan ajang ini dengan tujuan utama mengajarkan cara mengembangkan prototipe yang berfungsi dengan baik dan bisa menjadi solusi berbagai masalah di dunia nyata," tutur Emerging Technologies Southeast Asia AWS APAC, Olivier Klein, di sela ajang Amazon Hackday 2017 kepada wartawan, Singapura, Senin (10/4/2017).
Konsepnya berupa hackathon, tapi tidak murni software. Para peserta juga menggunakan hardware, bahkan membawa perlengkapan tambahan sendiri. Mereka diminta memilih salah satu dari tiga tema, Smart Home, Environment, dan Healthcare," imbuhnya
Seperti konsep hackathon pada umumnya, Amazon Hackday berlangsung singkat. Proses pengembangan prototipe dilakukan hanya dalam sehari. Acara ini sendiri dimulai dari pukul 8 pagi dan dipresentasikan jam 8 malam.
Beberapa alat yang dipakai dalam proses pengembangan antara lain berupa Intel Edison, Grove Kit, Amazon Echo, dan Amazon Dash.
Total ada 22 tim yang ikut serta dalam Amazon Hackday 2017. Mereka rata-rata merupakan pengembang yang tinggal di Singapura.
Para peserta itu adalah M+H, Light, Nus Buffet Response, Razer, Metropolitan Wireless, 4 Musketeers, Automaton, DareDevils, NTU Geeks, Savech, Timbot, GrabDrive, Data Girls #2, IB Platform and Codemates, Alpha Team, Keboola, DysonNinja, CRISPR, SingTel, KeyReply, DataGirls #1, dan PAWS.


No comments:
Post a Comment